03- PRODUCER

Visual Broadcast Production

Manajer Unit Produksi, Manajer Produksi atau Manajer Unit? (Jilid 1)

Oleh: Tino Saroengallo
(Sutradara Senior)

Di dalam sebuah produksi film pemakaian ketiga istilah di atas seringkali timpang tindih dalam menunjukkan peran yang dilakukan seseorang sebagai bagian dari departemen produksi. Pada prinsipnya masing~masing jabatan tersebut berkaitan dengan tanggungjawab dalam mengelola salah satu atau keseluruhan unit dalam departemen produksi. Bila dibandingkan dengan jabatan Produser, maka ketiga jabatan tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori pelaksana harian. Untuk mengerti perbedaan dekripsi kerja masing~masing jabatan tersebut, kita harus memahami terlebih dahulu keseluruhan susunan hirarki kekuasaan dalam produksi film, khususnya Departemen Produksi.

Aneka Produser
Secara hirarki jabatan, ketiga jabatan tersebut berada di bawah kedudukan produser secara umum. Dan menyinggung sebutan produser, bila kita membaca rangkaian jabatan dalam daftar kru yang tercantum pada akreditasi akhir sebuah film maka kita pun akan menemukan aneka sebutan untuk jabatan produser itu sendiri. Yang paling atas biasanya adalah Produser Eksekutif (Executive Producer), disusul oleh Produser (Producer), Produser Pendamping (Associate Producer), Pimpinan Produksi, dan sebagai ‘anak bungsu’ dari jejeran petinggi tersebut adalah Produser Pelaksana (Line Producer).

Banyak tidaknya nama~nama yang tercantum dalam jajaran petinggi tersebut tergantung pada skala produksi itu sendiri. Masing~masing jabatan berkait~erat dengan tanggungjawab kerja dan kepada siapa mereka bertanggungjawab. Produser Eksekutif bertanggungjawab sejak sebuah film masih berupa embrio, gagasan. Biasanya ia terlibat dalam pengembangan gagasan tersebut hingga menjadi sebuah naskah dan mencarikan Sutradara yang tepat untuk mewujudkan skenario menjadi sebuah film. Ia juga bertanggungjawab mencari dana dari pemodal untuk membuat film tersebut. Pada era studio besar di Hollywood, mereka lah ‘raja~raja’ yang menentukan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembuatan sebuah film. Belakangan ini, terutama dengan pesatnya perkembangan mazhab film independen, seorang Produser Eksekutif umumnya sudah bekerjasama dengan seorang Sutradara sejak awal, mulai dari proses pengembangan sebuah gagasan menjadi skenario hingga pencarian dana. Kedudukannya nyaris sejajar dengan Sutradara.

Produser adalah orang yang bertanggungjawab atas proses pembuatan film sejak awal hingga akhir. Dia adalah perpanjangan tangan Produser Eksekutif dalam menggerakkan roda departemen produksi. Di Indonesia, kerancuan seringkali terjadi tentang perbedaan antara Produser Eksekutif dengan Produser. Pada era keemasan film nasional, sebutan Produser biasanya berkaitan dengan pemilik modal. Pemilik modal disebut Produser. (Hal ini masih ditegaskan oleh Parwesh dalam Sarasehan Hari Film Nasional, Galeri Cipta II pada Senin 06 Maret 2006).

Jabatan Produser lebih tinggi dibandingkan dengan Produser Eksekutif. Produser Eksekutif disejajarkan dengan jabatan Produser Pelaksana. Padahal Produser Pelaksana sebenarnya adalah terjemahan yang paling tepat untuk Line Producer. Salah kaprah ini mungkin terjadi karena pengertian kata executive yang diterjemahkan sebagai kata yang berkaitan dengan kata dalam bahasa Inggris to execute (melaksanakan) atau execution (pelaksanaan). Di luar negeri kerancuan ini tidak terjadi karena pemilik modal akan masuk dalam jajaran investor. Kalaupun ada pemilik modal yang aktif selama proses produksi film tersebut maka ia akan dimasukkan ke dalam jajaran Produser Pendamping. Produser Pendamping (Associate Producer) merupakan orang memiliki suara penentu dalam proses pembuatan sebuah film namun seringkali tidak terlibat dalam proses pembuatan film secara langsung. Sebutan ini seringkali diberikan kepada salah seorang pemodal yang tidak hanya memasukkan uangnya untuk pembuatan film tersebut tetapi juga cukup aktif selama proses pembuatan meski tidak terlibat langsung dalam keseharian produksi. Dibedakan dengan hanya pemilik modal atau investor. Atau sebaliknya, sebutan Produser Pendamping juga diberikan kepada seorang yang berperan dan tanggungjawab sangat besar selama proses pembuatan sebuah film namun tidak menerima upah karena keterbatasan anggaran sehingga ia dibayar dalam bentuk saham. Sebutan Produser Pendamping baginya menunjukkan bahwa jerih payahnya dibayar dengan kepemilikan atas film tersebut.

‘Anak bungsu’ dari jajaran petinggi itu adalah Line Producer atau yang menurut penulis paling tepat diterjemahkan sebagai Produser Pelaksana. Kadang diterjemahkan secara asal sebagai Produser Lini. Produser yang menjaga ‘lini’ atau ‘garis’ produksi. Dalam hal ini mungkin ‘lini’ bisa kita artikan sebagai ‘batas’ anggaran. Dengan kata lain, bila mengartikan Line Producer sebagai Produser Lini maka ia bertanggungjawab untuk menjaga supaya produksi berjalan di dalam ‘batas’ anggaran. Istilah Produser Pelaksana seringkali juga disebut sebagai Pimpinan Produksi atau Pimprod. Isitilah Pimpro ini, menurut penulis, lebih mencerminkan mental bangsa Indonesia. Setiap pekerjaan dilihat sebagai sebuah proyek. Dan sebuah proyek dalam keseharian biasanya dipimpin oleh seorang Pimpinan Proyek atau Pimpro. Untuk film lahirlah istilah Pimprod.
Secara singkat bisa disebutkan bahwa aneka sebutan atau istilah tersebut di atas berkaitan dengan mereka yang bertanggung-jawab dalam mengelola jalannya sebuah produksi film.

=========================================================================

Line Producer
Dan kadang kita membaca daftar yang timpang tindih, salah kaprah dalam penulisan akreditasi akhir. Misalnya, di bawah Pimpinan Produksi kita membaca sebutan Line Producer. Atau sebaliknya. Padahal kedua jabatan tersebut adalah jabatan yang sama. Pemakaian istilah Line Producer di dunia pembuatan film iklan sudah mengalami degradasi arti. Ketika penulis memasuki dunia tersebut pada awal dekade 1990an, istilah Line Producer sangat lekat dengan pengertian Line Producer pembuatan film cerita. Jabatan itu masih memiliki wibawa sebagai memiliki kemampuan nyaris sederajat dengan Produser Eksekutif (yang biasanya adalah petinggi rumah produksi tersebut).

Awal tahun 2000an, setelah tiga tahun meninggalkan produksi film iklan, penulis tiba~tiba harus berurusan dengan generasi Line Producer baru yang secara tanggungjawab sebetulnya tidak lebih daripada jabatan Manajer Produksi yang penulis kenal sebelumnya. Era 2000an sudah tidak mengenal sebutan Manajer Produksi lagi. Dari Line Producer langsung ke Asisten Produksi.

Perkembangan akhir~akhir ini lebih menarik lagi. Saat ini muncul jabatan Produser sebagai kepanjangan tangan Produser Eksekutif, diikuti Line Producer. Di mata penulis, maaf, sebutan Produser di dunia produksi film iklan dewasa ini merupakan pengkarbitan sebutan bagi seorang yang melaksanakan tanggungjawab Line Producer di era awal tahun 2000an, atau Manajer Produksi di era 1990an. Sedangkan istilah Line Producer dewasa ini mengacu pada deskripsi kerja dengan tanggungjawab seorang Koordinator Produksi di era 1990an. Jabatan Manajer Produksi dan Koordinator Produksi sudah raib dari blantikan produksi film iklan.

Manajer Unit Produksi

Jajaran produser di dalam sebuah film (produksi sesudah era studio besar di Hollywood berakhir) biasanya ditampilkan sebagai bagian dari akreditasi yang ditampilkan bersamaan dengan rangkaian adegan pembuka film tersebut. Dan untuk akreditasi akhir, dalam film~film produksi internasional selalu diawali dengan Unit Production Manager, disusul dengan jajaran Asisten Sutradara dan diikuti oleh daftar jabatan lainnya. Mereka yang sudah tampil dalam akreditasi awal biasanya tidak muncul lagi dalam akreditasi akhir. Seorang Manajer Unit Produksi (Unit Production Manager) merupakan orang yang paling bertanggungjawab atas pelaksanaan harian sebuah produksi film. Istilah ini, untuk produksi skala kecil biasanya cukup disebut dengan istilah Manajer Produksi (Production Manager). Sebutan Manajer Unit Produksi biasanya dipakai dalam pembuatan film cerita. Untuk produksi program televisi ataupun film iklan lebih sering dipakai istilah Manajer Produksi. Seperti disinggung di atas, setelah milenium baru, istilah Manajer Produksi sudah raib dari dunia produksi film iklan.

Manajer Unit, atau lebih sering disebut ‘Unit Manajer’ atau ‘Unit’, dengan pengertian deskripsi kerja yang kita kenal merupakan istilah khas di dunia perfilman Indonesia. Istilah ini berbeda pengertiannya dengan Unit Manager dalam film internasional (baca: Barat). Unit Manager dalam film Barat umumnya bertanggungjawab atas segala hal yang berkaitan dengan basecamp pada saat pelaksanaan produksi film dimulai. Tidak hanya penyiapan ruang sesuai dengan pembagian ruang yang telah direncanakan sebelumnya, tetapi juga segala fasilitas yang harus diadakan supaya ruang tersebut bisa berfungsi dengan baik. Untuk ruang make~up misalnya, seorang Unit Manager harus menyiapkan juga meja rias serta kursi bagi para pemain, baik kursi tunggu maupun kursi dimana ia dirias. Ia juga harus memastikan bahwa ada aliran listrik di ruang tersebut. Seorang Unit Manager tidak mengurusi kendaraan karena ada jabatan yang disebut Transport Captain, dan untuk kemudahan kerja biasanya adalah orang yang ditunjuk perusahaan penyewa kendaraan.
Bila membaca makalah yang ditulis oleh Sdr. Suharso dan Sdr. Yudi Datau maka jelas sekali bahwa tanggungjawab Manajer Unit di Indonesia jauh lebih besar ketimbang di luar negeri. Manajer Unit tidak hanya mengurusi kru, termasuk memanggil kru (baca mempekerjakan kru), tetapi juga memesan peralatan syuting. Suatu tanggungjawab yang di luar Indonesia biasanya dilakoni oleh seorang Koordinator Produksi ataupun Manajer Produksi, tergantung skala produksi.

Kenyataan tersebut di atas juga membuat kita paham pada fenomena yang terjadi di dunia produksi film iklan pada awal tahun 2000an. Banyak “lahir” Line Producer baru yang bisa berperan karena melulu menggantungkan diri pada Manajer Unit. Keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan sebagai Line Producer tidak akan tampak bila ia dibantu oleh seorang Manajer Unit yang cukup berpengalaman. Tidak heran bila ada Line Producer yang kurang memahami tahap~tahap produksi secara benar karena memang tidak perlu tahu. Ada Manajer Unit. Yang penting bisa memenuhi tuntutan Produser Eksekutif dalam menghemat biaya, tampil meyakinkan dalam rapat~rapat produksi dan menyenangkan hati klien dan agen periklanan pada saat syuting. Kemampuan berbahasa Inggris menambah legitimasi keproduseran karena tampaknya bisa mengatasi masalah komunikasi dengan para sutradara yang banyak berasal dari luar negeri itu. Untuk menambah wawasan kita semua, berikut saya kutip deskripsi kerja seorang Manajer Produksi yang diambil dari diktat “Dongeng Sebuah Produksi Film dari Sudut Pandang Seorang Manajer Produksi”.

Manajer Produksi

Dalam menyusun kru, Manajer Produksi memanggil kepala departemen dan bertanggungjawab kepada Produser. Dalam hal ini, biasanya seorang Manajer Produksi akan memanggil kepala departemen dan memberikan keleluasaan bagi kepala departemen untuk memilih krunya sendiri. Seorang Manajer Produksi biasanya dibantu oleh Sekretaris, Manajer Lokasi, Penanggung-jawab Konsumsi dan Kapten Transportasi. Sebagai satu tim mereka mengatur keseluruhan logistik produksi sebuah film. Jumlah personil masing-masing jabatan tersebut tergantung kebutuhan masing-masing produksi. Manajer Produksi yang baik harus bisa bekerja-sama dengan siapa saja karena kepala departemen punya hak penuh untuk memilih tim masing-masing. Kekompakan kerja merupakan dasar utama pemberian keleluasaan bagi masing-masing kepala departemen dalam memilih timnya sendiri. Biasanya seorang kepala departemen memiliki kru langganan dengan siapa ia biasa bekerja.

Secara garis besar, tugas dan tanggung-jawab seorang Manajer Produksi adalah:

1. Mengkoordinasi, menyediakan fasilitas dan mengawasi jalannya produksi.
2. Membuat lembar bedah skenario dan jadwal awal syuting
3. Menyusun dan mengawasi anggaran
4. Tawar-menawar dengan kru
5. Tawar-menawar dengan peralatan
6. Mengawasi arus pengeluaran harian
7. Supervisi pemilihan lokasi
8. Memantau pengambilan keputusan (kreatif) harian
9. Menyediakan perubahan jadwal (kalau ada)
10. Mengatur semua urusan logistik
11. Mengatur penginapan dan konsumsi
12. Mengurus asuransi produksi dan kru yang dibutuhkan
13. Menjamin pelaksanaan sewa-menyewa
14. Menguasai jalannya produksi dan harus tanggap dengan rencana produksi yang berikutnya
15. Membuat laporan produksi harian yang mencerminkan status keuangan/ pengeluaran pembuatan film tersebut

Untuk memantau kegiatan harian, seorang Manajer Produksi harus bisa bekerja-sama dengan tim Astrada. Tidak boleh ada kerahasiaan di antara keduanya, terutama dalam memantau jadwal syuting per adegan. Kadang-kadang, pada saat kritis, Manajer Produksi juga harus terbuka dalam hal keuangan sehingga mereka bisa bekerja-sama dalam tetap berusaha memenuhi tuntutan Sutradara tapi menyiasatinya dalam hal anggaran.

Manajer Unit = Manajer Produksi
Dilihat dari keterangan yang dibeberkan secara panjang lebar tersebut di atas jelaslah bahwa Manajer Unit di blantika produksi film iklan sebenarnya menjalankan fungsi seorang Manajer Produksi yang sudah menghilang dari kosa kata hirarki rumah produksi sejak tahun 2000an. Tapi, apakah ada cukup Manajer Unit dewasa ini yang memang sudah pantas memenuhi syarat untuk disebut Manajer Produksi.


27 Tanggapan to “03- PRODUCER”

  1. mungkin selama ini setiap kali saya shoting um hanya berurusan dengan urusan budget dan unit produksi berkaitan dengan breakdown schedule dan perijinan,apakah itu sudah bisa dikatakan bekerja sesuai definisi???

  2. ya tak tunggu aja…hehehehe

  3. Trimakasih untuk temen-temen Broadcaster yang dah mau mampir dan mau berbagi pegalaman bersama. ak jga maih NewBe, gak punya keahlian apa.2 salah besar rasanya kalo temen.2 mengangap ak terlalu berlebihan. sorry ak gak bisa selalu udate semua isi tulisan disini, kalo ada yg maih merasa belum puass dg semua isi artikel disni saya mohon maas yang sebesar.2nya.

    dan kalo ada pertanyaan yg ringan boleh tlp aja ke ak kok di 0856 1655229, bukannya mau obral no mkn sewaktu.2 ada yg lebih butuh dibandingkan anda.maklum saya pekerja lapangan jadi gak bisa non stop OL trs kaya temen.2 yg lain. gaka da salahnya akan tlp langsung no SMS yah.thxs

  4. mantaf ini yang dicari…menarik salam mas Tino…

  5. Salam,
    Saya Anda Tobing, klo boleh tau untuk di Production TV Broadcast posisi yang memungkinkan kita untuk mencapai Executive Producer / Producer itu dimana, apakah PA (Production Assistant) ataw Creative?

    karena masing-masing mereka memiliki tanggung jawab berbeda dan sama-sama memiliki daya pikat tersendiri, PA yang lebih kuat dalam mengurus segala hal Persiapan materi dan tehknis Pra-produksi sampai pasca produksi.
    Sementara Creative itu dengan creative content atau isi dari program acara itu apa saja.

    Hal ini saya pertanyakan, karena setiap saya akan mengejar masa depan saya di TV Broadcast.. HRD selalu menanyakan “Where U gone be?” sedangkan kedua tanggung jawab itu ingin saya pelajari.

    Sorry before ya mas kalo banyak tanya, btw mas sekarang In House dimana? (PH atau TV?)

    Thanks bgt ya..

    • Salam broadcaster Anda Tobing, wah menarik nih pembahasannya, Pertanyaanya mas adalah : untuk di Production TV Broadcast posisi yang memungkinkan kita untuk mencapai Executive Producer / Producer itu dimana, apakah PA (Production Assistant) ataw Creative? Jawab saya itu adalah di PA (Production Assistant)… tapi bedanya kalo sampean mau mencapai Executive Producer, APAKAN SAMPEAN PUNYA MODAL YANG CUKUP BANYAK ( MODAL MATERI/DUIT/MANY), KARENA DI POSISI Executive Producer HARUS BRANI MENGELUARKAN MODAL UNTUK PRA PRODUKSI, TENTUNYA DG HARAPAN PRODUKSI HARUS BERHASIL/SUKSES SAMPAI TAYANG DI TV.

      ULASAN SINGKATNYA GINI AJA YAH :
      Executive Producer : ADALAH ORG YANG MEMBIAYAI/MENSPONSORI PRODUKSI SECARA KESELURUHAN, DAN
      BERTANGUNG JAWAB ATAS TAYANGGAN PROGRAM ACARA/HAK SIAR.

      Producer : ADALAH ORANG YANG MENYUSUN KONSEP SECARA KESELURUHAN ( DARI KONSEP DIBUAT SAMPAI DG
      KEPADA PELAKSANAANYA )

      Production Assistant :/ PRODUCER PELASANA : ADALAH ORNG YANG BERTANGUNG JAWAB MEMPRODUKSI LANGSUNG DI LAPANGAN/LOKASI SHOTING/CLIP/FILM,ATAS HASIL PRODUKSI, DALAM HAL INI SEORANG PA/PP DI ATASAI OLEH PRODUCER, YANG MERUMUSKAN KONSEP (DARI HASIL EFALUASI PARA TEAM Creative ). YANG TELAH DIBUAT,DISEPAKATI ATAU DI PUTUSKAN Executive Producer & Producer.

      MUNGKIN SEDIKIT ULASAN SAYA BISA MEMPERJELAS MAS BRO YAH.DARI URUTAN JOB DESK AJA DAH BEDE BGT KAN…NAH MAS BARO POSISINYA ADA DIMANA NIH SKR….DI TINGKATAN YG MANA….KALO ADA HRD YANG MENANYAKAN KEMBALI JAWAB AJA DEG REALISTIS SESUAI JOB DESK STANDARD PRODUKSI DI BROADCAST, KALO KURANG JELAS SILAKAN HUB SAYA AJA VIA TLP. NO SMS YAH.MKN ADA YG BISA SAYA INDEPH LAGI MENGENAI PERTANYAAN MAS BRO.HEEE…SAYA JGA MASH NEW BE…NIH…MASIH BANK HAL LAIN YG SAYA JGA HARUS PELAJARI MAS, TAPI KALO SEKEDAR SHERE BOLEH.2 AJA SAPA TAU BISA BANTU.

    • Sebetulnya Producer atau Eksekutif Produser bisa dicapai di Productiont Assistant ataupun di Creative.
      Productiont Assistant (PA) membuat anda lebih banyak yg mengerti tentang kebutuhan suatu program/produksi suatu acara berdasarkan konsep yg ada dan dikembangkan oleh tim kreatif. Oleh karena itu anda akan terbiasa dengan hal2x teknis seputar produksi serta kebutuhan material serta SDM (crew pendukung).
      Sedangkan Creative tugasnya mengembangkan konsep/ide dasar program yg akan dibuat. Dia mesti menyusun urutan acara dalam bentuk rundown serta script untuk host, bintang tamu, Yel2x, serta menentukan materi tambahan seperti liputan (termasuk kontent liputannya). Juga pendukung acara yg dibutuhkan spt: Dancer, home band dll. Ohh ya ada lagi : property spt : diakhir acara host akan menutup acara di tengah interlude lagu…. Lalu dilanjutkan dgn turun convetti dan masuknya all artis dr 2 pintu masuk ke main stage sambil bernyanyi bersama.

      Dari situ aja PA sudah bisa breakdown kebutuhan utk closing.

      Jika seorang PA sudah mampu membaca kebutuhan dr program/produksi dia tinggal menajamkan imagenasi tentang sebuah konsep acara. Tapi kudu kenal dulu yg namanya rating dan share. Karena acara TV kita msh tergantung dgn pengiklan yg mengacu pada rating dan share. Dan itu pun bisa dibreakdown by minute. Dalam menit ke brp ratingnya turun bs dianalisa : Segment brp? Artistnya siapa, adegannya apA? Dll. Itu membuat para creative mempertajam insting mereka membaca kebutuhan pasar. Dan PA pun bisa tahu.

      Nah itu tugasnya PA dan kreatif yg pasti bs ke jenjang produser kalo mengasah terus kemampuannya.

      Klo Eksekutif produser di TV, dia mengepalai beberapa produser. Dia lebih banyak hubungan ke Programming ttg kebutuhan program inhouse. Peningkatan efektivitas tim produksi, kerjasama dengan marketing ttg trend acara yg disukai pengiklan. membaca program dr TV lain agar bisa bersaing dan lain2x sama mengawasi budget yg diajuin sm produser2xnya. Make senses ga.. Profitable ga??

      Yahh.. Sekedar membagi pengalaman aja. Btw beda system sama Film atau sinetron/Ftv ya cara kerjanya.

  6. bagaimana menjadi seorang producer film yang baik
    untuk saya yang baru saja terjun di dunia film pertama kalinya
    Tips yang bisa saya pelajari…terima kasih

  7. dan satu lagi. bagaimana tips buwat saya. yang baru pertama kali bekerja sebagai seorang producer TV/film untuk pertama kalinya..
    berikan saya tips yang mudah dan berguna buwat saya.

    Terima kasih…Secepatnya

  8. Halo..saya Indah dr Tangerang…saya seorang MANAGER BAND dan jg bergerak di bidang Entertainment.Menurut sy menjadi seorang PIMPRO sebuah FILM sngat menyenangkan…qt bs brkrjsama dg semua TIM u/ membuat suatu karya dan hasil yg bagus dan bs dinikmati dan bs dimengerti oleh masyarakat..tdk harus melulu dg bajet yg bsr…qta bs mernggunakan kreatifitas qta bgmn caranya dg bajet yg minim tapi mempunyai hasil yg maksimal besar.

  9. om Tino….. mau tanya donk…. d jajaran producer…siapakah..yg bertanggung jawab untuk urusan kontrak mengontrak kerja….dan bagaimanakah mensiasati…mensiasati para producer executive ataw pemegang saham yang selalu maunya untung rupiah yang besar…dengan budget produksi film yg sangat minim dan yang pasti selalu mengabaikan hak hak crew dari mulai pola kerja yang berat, jam kerja yang ga terbatas, sampai asuransi kecelakaan kerja yang hampir ga pernah ada dalam sebuah produksi film,ftv,ataw sinetron, bahkan d produksi iklan pun ga ada yg berani nyinggung masalah kontrak kerja yg save,
    trus…kalo d indonesia kan semua orang kayanya bisa jadi crew…. trus…kadang kadang suka suka bos juga milih orang jadi crew dan d posisikan d dept tertentu, kadang kadang dari menloc ke astrada, ataw dari pengawal kamera jadi ascam, ataw apa aja lah…..
    nah…. sebenernya ada ga sih standar kerja ataw standar naek pangkat dalam sebuah produksi film ataw d dunia per shootingan indonesia ini,,, trus ada ga lembaga yg mengurusi urusan urusan kaya gini,,, ya semacam asosiasi crew d semua departement dari PU,production,art,kamera, sampe sutradara….
    mohon jawabannya ya om Tino…
    maap kalo banyak banget pertanyaan,,,nya hehehehehe….
    makasih banyak ya om….

    GABAN ANALOG 5893

  10. Di Indonesia, Industri perfilman dan industri perteleviasian majunya ga secepat di negara2x tetangga.
    TV: karena masih tergantung sama pengiklan akhirnya acara yg dibuat tdk banyak mendidik dan biasanya pengalian riset serta eksekusinya tergantung dr budget yg didapat dr sponsorship. Sehingga setengah2x hasilnya. Ditambah dengan populernya fresh graduate utk masuk kedunia broadcast, menyebabkan nilai/harga seorang broadcaster turun.(Supplay terlalu banyak drpd demand). Sehingga banyak creator2x ulung memilih untuk independent krn TV sdh tidak sanggup membayar. Kalo TV kita membuka diri untuk bersaing dipasar regional aja, pasti banyak benefitnya. Karena standard mutu harus terjaga, detail analis untuk sebuah konsep acara, cek and ricek before on air, tidak terlalu bergantung pada sponsor, bisa mengangkat budaya lokal (dibuat professional budayanya), belajar menghargai waktu,(meningkatnya kwalitas sdm). Membangun images bangsa dimata dunia.
    Begitu juga film : hollywood bisa jaya karena pasar mereka dunia. Misal : harga dr sebuah film Rp. 3000 per orang. Tapi yang nonton 500 jt orang, kali khan saja. Mereka bisa membuat apa mereka mau. Mereka bisa bikin animasi termahal yg pernah ada. Mereka bisa riset sedetail mungkin. Tapi itu semua memang melalui proses. Oleh karena itu cobalah untuk berfikir global. Untuk memulai melakukan produksi yg diterima pasar global. Saya sih yakin, para cineas dan broadcaster kita bisa melakukannya.

  11. mengapa sulit produser kita ato sutradara kita membuat film bergaya hollywood,dgn visual effect yg bagus .kan rata2 produser kita orang kaya,bosan lihat thrailer film hantu melulu

  12. Om, dibuatin tabel grafiknya dong, biar bisa lebih nggambarin… ^_^

  13. bagaimana caranya untuk terjun langsung menjadi kru bagi pemula

  14. okeeeeeeeeeeee
    smoga sukses aja…tingkatkan apresiasinya…

  15. akhir nya ketemu jg nih situs….
    lama jg ya gak ketemu…. pertama kenalan kt di kantor gubenur serang… wktu itu gw lg jd producer yg mo bikin testemonial utk acara spektafest dr gudang garam merah….
    mr. rizky banyak ngebantuin……. minjemin kamera supaya ibu ratu atut gak kelamaan nungguin ganti2 kamera…..hehehehe
    thanks a lot for the coperation
    …..sukses terus yak….

    • Halo Mas Rino Kabar sehat dan kabar baik yah tentunya, trimakasih kunjungannya di situs blog yang sederhana ini, hanya sekedar informasi dasar saja buat adik.2 kita yang mencari iformasi seputar Dunia Broadcast. Jika mas Rino ada sesuatu yang mau di tulis silakan di tulis saja ataw di email nanti att di cantumkan nama mas rino. salam yah buat teman.2 semua sukses bersama kita yah. AMin…..

  16. kami ingin kirimkan profile Singer Djakarta Country Jessica Lona

  17. ribet yaw tp serruu

  18. Mas Tino salam kenal dri Micky di Kupang…………
    Saat ini saya sedang Menyusun sebuah scenario Film yang jika tidak ada hambatan akan mulai shot Bulan maret 2012 mendatang. Mohon Bantuannya mas agar sebuah film itu hidup, menarik dan tidak membosankan. Saya sendiri pula yang akan menyutradarai Film tersebut. Ini adalah Karya pertama saya. salam sukses buat mas Tino

  19. kereennn abisss klo boleh tau alamat ph nya dmna ga????
    w mahasiswa broadcast…jd bisa minta pengalaman

  20. mohon balesannya gan..hehehehehe

  21. Salam Broadcaster…

    Saya adalah salah satu cameraman yg diangkat sebagai produser suatu program acara di stasiun TV lokal di timika.
    Kebetulah semenjak adanya stasiun TV ini, saya baru pertama kali masuk dalam dunia broadcast, kira2 hal yg paling awal saya pelajari sebagai seorang produser suatu program apa..? dan juga apakah saya pantas dari seorang cameraman tiba2 ditunjuk utk menjadi produser salah satu program yang telah ada…???
    Mohon sedikit gambaran untuk kirax dpt memacu saya agar lebih teliti n kreatif lagi dalam menyelesaikan suatu program.
    Jabat erat….!!!

  22. Salam kenal kak,, saya mau minta contoh lembar kerja produser itu apa saja ya kak? Terima Kasih :) vina.septiyani@gmail.com

    langsung aja ke https://www.facebook.com/groups/broadcastindonesia/

  23. numpang iklan mas.rizki, Dijual PORTA JIB Type Losmandy standart,minat hub ane di: 081219423309.tks sukses buat kita semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: