04- SUTRADARA

Manajer Unit Produksi, Manajer Produksi atau Manajer Unit? (Jilid 1)

Oleh: Tino Saroengallo
(Sutradara Senior)

Di dalam sebuah produksi film pemakaian ketiga istilah di atas seringkali timpang tindih dalam menunjukkan peran yang dilakukan seseorang sebagai bagian dari departemen produksi. Pada prinsipnya masing~masing jabatan tersebut berkaitan dengan tanggungjawab dalam mengelola salah satu atau keseluruhan unit dalam departemen produksi. Bila dibandingkan dengan jabatan Produser, maka ketiga jabatan tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori pelaksana harian. Untuk mengerti perbedaan dekripsi kerja masing~masing jabatan tersebut, kita harus memahami terlebih dahulu keseluruhan susunan hirarki kekuasaan dalam produksi film, khususnya Departemen Produksi.

Aneka Produser
Secara hirarki jabatan, ketiga jabatan tersebut berada di bawah kedudukan produser secara umum. Dan menyinggung sebutan produser, bila kita membaca rangkaian jabatan dalam daftar kru yang tercantum pada akreditasi akhir sebuah film maka kita pun akan menemukan aneka sebutan untuk jabatan produser itu sendiri. Yang paling atas biasanya adalah Produser Eksekutif (Executive Producer), disusul oleh Produser (Producer), Produser Pendamping (Associate Producer), Pimpinan Produksi, dan sebagai ‘anak bungsu’ dari jejeran petinggi tersebut adalah Produser Pelaksana (Line Producer).

Banyak tidaknya nama~nama yang tercantum dalam jajaran petinggi tersebut tergantung pada skala produksi itu sendiri. Masing~masing jabatan berkait~erat dengan tanggungjawab kerja dan kepada siapa mereka bertanggungjawab. Produser Eksekutif bertanggungjawab sejak sebuah film masih berupa embrio, gagasan. Biasanya ia terlibat dalam pengembangan gagasan tersebut hingga menjadi sebuah naskah dan mencarikan Sutradara yang tepat untuk mewujudkan skenario menjadi sebuah film. Ia juga bertanggungjawab mencari dana dari pemodal untuk membuat film tersebut. Pada era studio besar di Hollywood, mereka lah ‘raja~raja’ yang menentukan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembuatan sebuah film. Belakangan ini, terutama dengan pesatnya perkembangan mazhab film independen, seorang Produser Eksekutif umumnya sudah bekerjasama dengan seorang Sutradara sejak awal, mulai dari proses pengembangan sebuah gagasan menjadi skenario hingga pencarian dana. Kedudukannya nyaris sejajar dengan Sutradara.

Produser adalah orang yang bertanggungjawab atas proses pembuatan film sejak awal hingga akhir. Dia adalah perpanjangan tangan Produser Eksekutif dalam menggerakkan roda departemen produksi. Di Indonesia, kerancuan seringkali terjadi tentang perbedaan antara Produser Eksekutif dengan Produser. Pada era keemasan film nasional, sebutan Produser biasanya berkaitan dengan pemilik modal. Pemilik modal disebut Produser. (Hal ini masih ditegaskan oleh Parwesh dalam Sarasehan Hari Film Nasional, Galeri Cipta II pada Senin 06 Maret 2006).

Jabatan Produser lebih tinggi dibandingkan dengan Produser Eksekutif. Produser Eksekutif disejajarkan dengan jabatan Produser Pelaksana. Padahal Produser Pelaksana sebenarnya adalah terjemahan yang paling tepat untuk Line Producer. Salah kaprah ini mungkin terjadi karena pengertian kata executive yang diterjemahkan sebagai kata yang berkaitan dengan kata dalam bahasa Inggris to execute (melaksanakan) atau execution (pelaksanaan). Di luar negeri kerancuan ini tidak terjadi karena pemilik modal akan masuk dalam jajaran investor. Kalaupun ada pemilik modal yang aktif selama proses produksi film tersebut maka ia akan dimasukkan ke dalam jajaran Produser Pendamping. Produser Pendamping (Associate Producer) merupakan orang memiliki suara penentu dalam proses pembuatan sebuah film namun seringkali tidak terlibat dalam proses pembuatan film secara langsung. Sebutan ini seringkali diberikan kepada salah seorang pemodal yang tidak hanya memasukkan uangnya untuk pembuatan film tersebut tetapi juga cukup aktif selama proses pembuatan meski tidak terlibat langsung dalam keseharian produksi. Dibedakan dengan hanya pemilik modal atau investor. Atau sebaliknya, sebutan Produser Pendamping juga diberikan kepada seorang yang berperan dan tanggungjawab sangat besar selama proses pembuatan sebuah film namun tidak menerima upah karena keterbatasan anggaran sehingga ia dibayar dalam bentuk saham. Sebutan Produser Pendamping baginya menunjukkan bahwa jerih payahnya dibayar dengan kepemilikan atas film tersebut.

‘Anak bungsu’ dari jajaran petinggi itu adalah Line Producer atau yang menurut penulis paling tepat diterjemahkan sebagai Produser Pelaksana. Kadang diterjemahkan secara asal sebagai Produser Lini. Produser yang menjaga ‘lini’ atau ‘garis’ produksi. Dalam hal ini mungkin ‘lini’ bisa kita artikan sebagai ‘batas’ anggaran. Dengan kata lain, bila mengartikan Line Producer sebagai Produser Lini maka ia bertanggungjawab untuk menjaga supaya produksi berjalan di dalam ‘batas’ anggaran. Istilah Produser Pelaksana seringkali juga disebut sebagai Pimpinan Produksi atau Pimprod. Isitilah Pimpro ini, menurut penulis, lebih mencerminkan mental bangsa Indonesia. Setiap pekerjaan dilihat sebagai sebuah proyek. Dan sebuah proyek dalam keseharian biasanya dipimpin oleh seorang Pimpinan Proyek atau Pimpro. Untuk film lahirlah istilah Pimprod.
Secara singkat bisa disebutkan bahwa aneka sebutan atau istilah tersebut di atas berkaitan dengan mereka yang bertanggung-jawab dalam mengelola jalannya sebuah produksi film.

==================================================================


Sutradara-Sutradara Favorit Riri Riza
Oleh: Ekky Imanjaya
Sebelum menonton Gie karya Riri Riza yang dirilis 14 Agustus besok, yuk kita lihat sutradara favorit Riri Riza sang sutradara.

“Di awal kuliah, saya suka Spike Lee. Dia menyuarakan sesuatu dengan sangat keras terus menerus,” ujar Riri. “Lantas ada juga Jim Jarmusch. Dia storyteller yang sangat stylistic dan konsisten serta tidak mainstream. Dia juga menjaga dirinya agar tidak masuk ke dalam mainstream,” imbuhnya. “Dia seorang pencerita, bukan eksperimentalis,” jelas peraih gelar Master of Arts bidang Skenario dari Royal Holloway University of London, berkat beasiswa Chevening.

Setelah lulus, Riri melihat adanya sutradara di lingkungan Hollywood yang tetap mempertahankan idealismenya. “Saya melihat orang –orang di dalam industri, tetapi tetap bisa membuat karya yang bagus. Misalnya Spielberg, Coppola, Lucas. Mereka memadukan, art-bisnis-teknologi secara kuat,” diperjelas pembuat Eliana,Eliana dan Petualangan Sherina ini.

Riri juga pengagum Wim Wenders atau Krzysztof Kieslowski. “Mereka orang yang percaya dengan perasaannya terus menerus,” jelas Riri.

Kesimpulannya: “Saya ini adalah kombinasi ancur-ancuran,” selorohnya.

Saat ditanya soal ciri khasnya, Riri menjawab. “Saya melepaskan diri untuk harus punya karakteristik tertentu. Tapi gagasanlah yang menentukan style saya kemana. Ceritalah yang menentukan arah bentuk saya kemana.”

Riri benar-benar orang yang percaya dengan cerita. Dan, di masa mayoritas skenario dunia perfilman dan sinetron kita sedang terpuruk, ini adalah berita bagus. Sudah terbayang, kan, bagaimana skenario Gie yang dibuatnya sendiri itu?
(eimanjaya@yahoo.com)


© 2003 layarperak.com, All Rights Reserved
Terms of ServicePrivacy PolicyAbout UsAd Placement

13 Tanggapan to “04- SUTRADARA”

  1. wow kren bisa bwt artikel ttg broadcast media…

    Zck_Broadcasting school cakra buanan

  2. ada director yang mau join sama saya ?
    saya punya acript genre new wave comedy, siap unuk eps panjang ..

    saya butuh yang bisa jadi mediator saya dengan p roduser

  3. aku mau banget jadi sutradara. tapi sayang, di bekasi gx ada tempat broadcast, / multimedia.

  4. Saya berasal dari kalimantan Selatan neh, punya kisah nyata yang mungkin bisa dijadikan Film yang Oke,Kisah ini tidak akan menyebabkan permasalahan dan tidak buka aib seseorang, malahan dapat diambil hikmah dari kisah ini….Ending kisah berupa Berakhirnya kisah cinta mereka ketika bertemunya airmata yang jatuh ditanah dan hidup merekapun berakhir disana……..

  5. mas riri reza,memang bagus untuk seorang sutradara.hasil shootnya begitu hidup.dengan alam sekitarnya tak seperti sutradara kebanyakan.andai mas riri mau bikin film seperti petualangan sherina untuk yg kedua kalinya.aq pengen indonesia punya film anak2 yg mendidik
    menghibur,dan memberi inspirasi buat anak indonesia

  6. sebaiknya kita ikut yang sudah ada di Indonesia atau kita ikut memperbaiki kecarutan masalah hierarki ini??

    saya dari surabaya yang konon ikut kecarutan hierarki di atas

  7. sy pnya usul bagaimana klu sutradara yg ada diiindonesia ini mengangkat cerita ttg perjuangan seorang gadis yg bercita – cita utk menjdi seorang polwan,,,krn menurut sy film ini bisa memotivasi anak2 indonesia yg bercita – cita menjdi seorg polwan…
    thanks….

  8. saya sutradara muda..bukan umur yang muda,namun jam terbang yang mengatakan muda..masih byk hal,ilmu dan waktu untuk bisa membuat saya jadi matang dalam berkarya….Dennis H.S

  9. Aku kepengen dech jadi pemain sinetron nya :)

  10. I got what you think, thanks for swing up. Woh I am happy to gain this website finished google. Thanks For Share 04- SUTRADARA KOMUNITAS BROADCASTER MANIA INDONESIA – CUT TO CUT Is Fun!.

  11. GooD BLo9 !!
    terus update terus yaa perkembangan dunia broadcast di Indonesia..
    Thx 4 your share*

  12. SALAM KENAL IKUT GABUNG NIH………. SEAN SOLO

  13. ikut gabung:bandung_andy // pjtv bandung 085221146624 porum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: